Tuesday, August 21, 2012

Atmosfer baru yang riuh dan penuh harapan


Ini adalah sebuah curahan hati yang tertunda, yang baru sempat dituangkan sekarang, yang baru mampu dibagi saat ini, yang baru lega untuk diceritakan kembali...

Aku ingat bagaimana hancurnya hatiku ketika aku harus menerima fakta bahwa aku gagal. Aku ingat betapa sakit hatinya aku saat itu, ketika kusadari bahwa hal ini akan selalu terngiang-ngiang di telingaku dan bahwa hal ini akan menandai sebuah jalan baru yang tidak pernah aku inginkan. Aku ingat betapa perihnya rasa saat tau bahwa mimpi yang telah aku bangun rapi dan berusaha diraih selama 5 tahun terakhir akhirnya harus pecah.
Aku ingat segala hal itu. Aku kecewa, tapi aku munafik dan berusaha melanjutkan hidup tanpa ingat apapun tentang momen itu. 

Tapi entah apa yang terjadi selama 1-2 tahun terakhir ini, aku kembali merengkuh pecahan-pecahan mimpi aku yang kukira dulu telah sirna. Merengkuh bukan untuk membangunnya kembali, merengkuh untuk disusun menjadi sebuah sinar yang mungkin bisa menerangkan yang lain. 

Aku berterima-kasih sebesar-besarnya kepada teman-teman aku yang mungkin tanpa sengaja melibatkanku dalam kegiatan-kegiatan Bina Antarbudaya ini. Sungguh, aku suka dan rela bekerja bersama teman-teman volunteer Bina Antarbudaya. Segala kekhawatiranku tidak terbukti. Aku dulu hanyalah satu dari ratusan-ribu helai jerami yang ditumpuk, bukan salah satu dari jarum dalam tumpukan tersebut. Aku bukan yang terpilih, aku tidak mengenyam hal yang sama seperti yang kakak-kakak ini rasakan. Tapi nyatanya, semua sakit hati itu yang menggiringku kembali kemari. Dan saat ini, semua sakit hati itu terbayarkan dengan rasa puas, gelak tawa, dan air mata haru yang kuperoleh dari sini. Aku bekerja tanpa dibayar, aku lelah dan terkadang susah, tapi sungguh aku rela. Aku puas dengan apa yang kudapatkan. Non-material, tentunya. Bahkan sebuah nilai plus bagiku, ketika aku dibandingkan dengan kakakku, atau ketika aku merasa terharu dan bangga melihatnya mengisi sesi layaknya penerang di depan ratusan anak yang tengah merajut mimpi. Sungguh, aku merasa sangat beruntung bisa ikut terlibat di dalam komunitas ini. 

Tercebur kembali dalam kolam ini adalah hal luar biasa yang terjadi dalam rangkaian kehidupanku. Aku bisa melihat segala mimpi-mimpi diwujudkan, aku bisa belajar segala macam tentang kehidupan. Tidak muluk-muluk bicara tentang negara atau perdamaian dunia, tapi aku bisa tersenyum melihat bagaimana perbedaan menjadi sebuah pemanis dalam hubungan antar manusia. Aku bisa merasakan atmosfer riuh penuh mimpi dan harapan yang bisa membuatku menangis haru..

Luar biasa.
Terima kasih, kakak-kakak volunteer Bina Antarbudaya!

No comments:

Post a Comment