Ini adalah sebuah
curahan hati yang tertunda, yang baru sempat dituangkan sekarang, yang baru
mampu dibagi saat ini, yang baru lega untuk diceritakan kembali...
Aku ingat bagaimana
hancurnya hatiku ketika aku harus menerima fakta bahwa aku gagal.
Aku ingat betapa sakit hatinya aku saat itu, ketika kusadari bahwa hal ini
akan selalu terngiang-ngiang di telingaku dan bahwa hal ini akan menandai
sebuah jalan baru yang tidak pernah aku inginkan. Aku ingat betapa perihnya
rasa saat tau bahwa mimpi yang telah aku bangun rapi dan berusaha diraih selama
5 tahun terakhir akhirnya harus pecah.
Aku ingat segala hal
itu. Aku kecewa, tapi aku munafik dan berusaha melanjutkan hidup tanpa ingat
apapun tentang momen itu.
Tapi entah apa yang
terjadi selama 1-2 tahun terakhir ini, aku kembali merengkuh pecahan-pecahan
mimpi aku yang kukira dulu telah sirna. Merengkuh bukan untuk membangunnya
kembali, merengkuh untuk disusun menjadi sebuah sinar yang mungkin bisa
menerangkan yang lain.
Aku berterima-kasih
sebesar-besarnya kepada teman-teman aku yang mungkin tanpa sengaja melibatkanku
dalam kegiatan-kegiatan Bina Antarbudaya ini. Sungguh, aku suka dan rela
bekerja bersama teman-teman volunteer Bina Antarbudaya. Segala kekhawatiranku
tidak terbukti. Aku dulu hanyalah satu dari ratusan-ribu helai jerami yang
ditumpuk, bukan salah satu dari jarum dalam tumpukan tersebut. Aku bukan yang
terpilih, aku tidak mengenyam hal yang sama seperti yang kakak-kakak ini
rasakan. Tapi nyatanya, semua sakit hati itu yang menggiringku kembali kemari.
Dan saat ini, semua sakit hati itu terbayarkan dengan rasa puas, gelak tawa,
dan air mata haru yang kuperoleh dari sini. Aku bekerja tanpa dibayar, aku
lelah dan terkadang susah, tapi sungguh aku rela. Aku puas dengan apa yang
kudapatkan. Non-material, tentunya. Bahkan sebuah nilai plus bagiku, ketika aku
dibandingkan dengan kakakku, atau ketika aku merasa terharu dan bangga melihatnya
mengisi sesi layaknya penerang di depan ratusan anak yang tengah merajut mimpi.
Sungguh, aku merasa sangat beruntung bisa ikut terlibat di dalam komunitas
ini.
Tercebur kembali dalam
kolam ini adalah hal luar biasa yang terjadi dalam rangkaian kehidupanku. Aku
bisa melihat segala mimpi-mimpi diwujudkan, aku bisa belajar segala macam
tentang kehidupan. Tidak muluk-muluk bicara tentang negara atau perdamaian
dunia, tapi aku bisa tersenyum melihat bagaimana perbedaan menjadi sebuah
pemanis dalam hubungan antar manusia. Aku bisa merasakan atmosfer riuh penuh
mimpi dan harapan yang bisa membuatku menangis haru..
Luar biasa.
Terima kasih,
kakak-kakak volunteer Bina Antarbudaya!
No comments:
Post a Comment